Layanan KBN Berbasis Digital

 

PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) terus melakukan transformasi bisnis sebagai respons terhadap revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan digitalisasi. Banyak layanan KBN kini telah menggunakan sistem digital, yaitu properti, pengelolaan pelabuhan, manajemen gudang dan depo, serta transportasi dan manajemen armada.

”Sebagai bagian dari rencana strategis ekspansi bisnis, KBN menciptakan produk aplikasi berbasis web untuk setiap investor yang berminat untuk menanamkan modalnya di kawasan industri yang dikelola oleh KBN. Sebagai red carpet, investor tinggal datang karena semua kegiatan persiapan telah dilakukan oleh tim layanan properti KBN,” kata Direktur Pengembangan KBN, Rahayu Ahmad Junaidi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Aplikasi berbasis web untuk layanan properti KBN ini menyediakan "one stop service" untuk investor mana pun. Investor tidak perlu pusing lagi mengurus perizinan dan dokumen pendukung. Dalam menjalankan layanan digital ini, KBN bermitra dengan pemangku kepentingan dan pemerintah daerah untuk mempersiapkan dan mendukung investor lokal maupun asing.

KBN juga menerapkan sistem digital dalam manajemen pelabuhan guna memberikan nilai tambah dan membantu pengimpor/pengguna akhir untuk memantau barang di pelabuhan. KBN menyediakan "one stop service" untuk kegiatan "port to door" mulai dari Freight Forwarding, Trucking - Gudang/Depo - DC-distribusi armada. ”Klien bisa melakukan pemantauan secara real time,” kata Didi, sapaan akrab Rahayu Ahmad Junidi.

Digitalisasi diterapkan pada sistem manajemen gudang dan depo KBN. Sebagai sistem operasi dalam platform web base untuk membantu semua pemangku kepentingan untuk memantau dan mengontrol pergerakan barang di gudang atau depo, serta Pusat Logistik Berikat (PLB).

Sistem transportasi dan manajemen armada KBN pun tidak luput dari digitalisasi. Ada dua jenis sistem operasi dalam platform web base untuk memantau dan melacak armada atau rute truk untuk memastikan pengiriman tepat waktu dan efektivitas aset dengan menggunakan GPS dan sistem geofences. Dengan sistem ini, konsumen atau pemangku kepentingan dapat memantau dan mendapatkan peringatan cepat tentang penundaan atau kesalahan pelacakan truk.

”Sistem ini memberikan kepastian kepada klien bahwa kirimannya tepat waktu. Manfaat lainnya adalah memantau pemeliharaan biaya dan operasional setiap armada berdasarkan aplikasi berbasis web,” katanya. (*)

Berita Lainnya