Bisnis Logistik Terjadi Disruption Namun Tidak Tergantikan

Dihampir sebagian besar lini bisnis di Indonesia sudah terjadi disruption. Tidak terkecuali bisnis logistik. Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussions dengan tema “Mau Dibawa Kemana Logistik Kita?” oleh PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) yang dilangsungkan di kantor pusat PT. KBN (Persero), Jalan Raya Cakung Cilincing, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Dalam FGD tersebut, menghadirkan pembicara Steve D. Rawung, Staf Ahli Direktur Pengembangan PT KBN. Acara ini juga turut dihadiri oleh Direktur Pengembangan PT KBN Rahayu Ahmad Junaidi dan karyawan PT KBN dari berbagai divisi.

Direktur Pengembangan Rahayu Ahmad Junaidi atau yang dipanggil akrab Didi dalam sambutannya mengatakan dalam bisnis logistik sendiri telah terjadi disruption, banyak bisnis-bisnis berubah. Dimana sebagian besar toko-toko besar maupun ritel besar kini telah beralih menjadi toko online. Bahkan sebagian besar perusahaan taksi sudah mulai tergerus transportasi berbasis online. Pun demikian hadirnya Fintech udah mulai mengancam bank-bank.

“Kita lihat beberapa tahun kedepan yang berbasis online akan mengalahkan yang offline, seperti bank-bank itu udah bisa kelihatan dalam beberapa tahun kedepan bisa rontok, itulah yang disebut disruption. Disruption adalah sebuah fase, ada berikutnya yaitu “share” disruption hanya transisi, yang paling nanti kedepan adalah share, semuanya murah, semuanya berbagi, pada saat berbagi itu mungkin tidak ada biaya. Jadi kelanjutan dari disruption adalah share. Saat itulah menguntungkan semua, kalau disruption ada yang diuntungkan ada yang kolaps tapi setelah itu ada fase share, itu menurut Rhenald Kasali pakar marketing,” kata Didi dalam sambutan pembukaan Focus Group Discussions dengan tema “Mau Dibawa Kemana Logistik Kita? Di Jakarta 29 Oktober 2018.

Sekarang apa yang terjadi di Logistik? Didi menjelaskan bisnis online akan semakin berkembang dan offline rontok, bank akan rontok. Namun yang menariknya adalah bisnis logistik akan tetep hidup dan tidak akan tergantikan. Yang terjadi adalah logistic hidup tapi berubah bentuk, dari pengantaran manusia jadi drone, dari handlingnya oleh manusia diganti oleh robot.

Nanti bisa lihat bagaimana warehousenya Alibaba, warehousenya Amazon itu sudah menggunakan robotic, hanya butuh 2-3 orang di kontrol room yang mengendalikan logistiknya yang sedemikian luas sementara transaksinya ratusan ribu setiap harinya. Jadi logistiknya akan tetap berkembang, berkembang pesat, tapi pelan-pelan berganti, warehousenya akan tetap ada, barangnya akan tetap ada, tapi handlingnya berganti. Beda dengan fintech tadi. Nah makanya logistic Bukan hanya kita, tapi BUMN juga mengarahkan kita mengembangkan logistic, kementerian BUMN di fase ini bagaimana kita menjadikan logistic ini potensi bisnis kedepan, itulah yang ingin kita bangun di KBN ini, nanti apa sih bentuknya,” jelas Didi. 

Didi berharap, melalui FGD ini, seluruh karyawan PT KBN Persero untuk lebih melek lagi terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Terlebih untuk memposisikan perseroan sebagai salah satu perusahaan yang memiliki core bisnis di logistik. Dikatakan Didi, PT KBN Persero kedepan harus memiliki inovasi yang baik dalam mengembangkan bisnis logistiknya. Inovasi ini harus mampu menjawab perkembangan bisanis perusahaan agar memiliki daya saing yang baik dengan kompetitor nantinya.

“Kita semua harus bisa melihat bagaimana sebenernya posisi kita saat ini di logistic, apa yang harus kita bangun ke depan, baik dari sisi kompetensi system, kompetensi fisiknya seperti apa, kompetensi peoplenya seperti apa, IT-nya seperti apa, sehingga kita bisa kembali meraih posisi sebagai pelaku logistic yang terkemuka, karena dulu KBN pernah jadi pelaku logistic yang bagus, kemudian hilang kita hanya jadi penyewa lahan, sekarang kita ingin membangun kembali kejayaan itu,” tegas Didi.

Berita Lainnya